Sabtu, 09 Februari 2013

KISAH SANGKURIANG DAN GUNUNG TANGKUBAN PERAHU

Dulu, ada sebuah kerajaan di Tanah Priangan. Tinggal keluarga bahagia. Mereka adalah seorang ayah dalam bentuk anjing, namanya Tumang, seorang ibu yang disebut adalah Dayang Sumbi, dan seorang anak yang disebut Sangkuriang.

Suatu hari, Dayang Sumbi meminta anaknya untuk pergi berburu dengan anjing kesayangannya, Tumang. Setelah berburu sepanjang hari, Sangkuriang mulai putus asa dan khawatir karena ia berburu rusa no. Kemudian ia berpikir untuk menembak anjing sendiri. Kemudian ia mengambil hati anjing dan dibawa pulang.

Segera Dayang Sumbi menemukan bahwa itu bukan rusa tuas tapi ini Tumang, anjing sendiri. Jadi, Dia sangat marah dan memukul kepala Sangkuriang itu. Dalam insiden itu, Sangkuriang terluka dan mendapat luka kemudian dilemparkan jauh dari rumah mereka.

Tahun pergi tinggal, Sangkuriang telah perjalanan banyak tempat dan akhirnya tiba di sebuah desa. Dia bertemu dengan seorang wanita cantik dan merasa jatuh cinta dengan dia. Ketika mereka sedang mendiskusikan rencana pernikahan mereka, Wanita itu menatap luka di kepala Sangkuriang itu. Ini cocok untuk luka anaknya yang telah meninggalkan severall tahun sebelumnya. Segera ia menyadari bahwa ia merasakan jatuh cinta dengan anaknya sendiri.

Dia tidak bisa menikahi dia tapi bagaimana mengatakannya. Kemudian, ia menemukan jalan. Dia membutuhkan sebuah danau dan perahu untuk merayakan hari pernikahan mereka. Sangkuriang harus membuat mereka dalam satu malam. Dia membangun sebuah danau. Dengan fajar hanya saat pergi dan perahu hampir selesai. Dayang Sumbi harus menghentikannya. Kemudian, dia menerangi horison bagian timur dengan sinar. Ini membuat ayam berkokok untuk hari baru.

Sangkuriang gagal menikahinya. Dia sangat marah dan menendang perahu. Rasanya lebih dan menjadi gunung Tangkuban Perahu Bandung.


THE STORY OF SANGKURIANG AND TANGKUBAN PERAHU MOUNTAIN

Once, there was a kingdom in Priangan Land. Lived a happy family. They were a father in form of dog,his name is Tumang, a mother which was called is Dayang Sumbi, and a child which was called Sangkuriang.
One day, Dayang Sumbi asked her son to go hunting with his lovely dog, Tumang. After hunting all day, Sangkuriang began desperate and worried because he hunted no deer. Then he thought to shot his own dog. Then he took the dog liver and carried home.

Soon Dayang Sumbi found out that it was not deer lever but Tumang's, his own dog. So, She was very angry and hit Sangkuriang's head. In that incident, Sangkuriang got wounded and scar then cast away from their home.

Years go bye, Sangkuriang had travel many places and finally arrived at a village. He met a beautiful woman and felt in love with her. When they were discussing their wedding plans, The woman looked at the wound in Sangkuriang's head. It matched to her son's wound who had left severall years earlier. Soon she realized that she felt in love with her own son.

She couldn't marry him but how to say it. Then, she found the way. She needed a lake and a boat for celebrating their wedding day. Sangkuriang had to make them in one night. He built a lake. With a dawn just moment away and the boat was almost complete. Dayang Sumbi had to stop it. Then, she lit up the eastern horizon with flashes of light. It made the cock crowed for a new day.
Sangkuriang failed to marry her. She was very angry and kicked the boat. It felt over and became the mountain of Tangkuban Perahu Bandung.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar